Cimahi -NISCO NEWS- Walikota Cimahi, Ngatiyana, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi periode 2026–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar, Senin (21/9/2026), di Gedung Tulipware, Kota Cimahi.
Acara di hadiri langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin, dalam pesannya, Daniel menyampaikan bahwa hari ini telah dilaksanakan Musda VI DPD Partai Golkar Kota Cimahi dengan lancar dan terpilih Letkol (Purn) Ngatiyana sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi.
Dalam kesempatan tersebut Daniel juga berpesan kepada Ngatiyana agar di Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang Partai Golkar mampu meraih 15 Kursi DPRD Cimahi.
Sementara itu, Ngatiyana usai terpilih secara aklamasi kepada awak media menyampaikan, bahwa, untuk mencapai yang di harapkan oleh DPD Jawa Barat, adalah, Konsolidasi internal sangat penting setelah Musda. Struktur organisasi harus diperkuat, komunikasi antarkader dijaga, sementara perbedaan pandangan di internal harus disikapi melalui mekanisme organisasi.
"Dan yang tidak kalah pentingnya adalah hubungan langsung dengan masyarakat, karena dari sanalah kader dapat mengetahui persoalan yang benar-benar dihadapi warga," terangnya.
Sementara itu, Wahyudi, Koordinator Forum Ormas LSM di dampingi Dicky Lesmana Sekretaris Forum Ormas LSM Kota Cimahi kepada media ini menyampaikan bahwa dengan terpilihnya Bapak Ngatiyana sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi yang baru mengirimkan sinyal kuat bagi para rival politik yang ingin berkontestasi untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di Kota Cimahi tahun 2029 mendatang.
Menurut Wahyudi, dalam dinamika pemilihan kepala daerah (Pilkada), seorang figur petahana (incumbent) lebih mendominasi dalam kesiapan menghadapi kontestasi politik periode berikutnya.
Petahana tinggal melakukan aksi nyata di tengah - tengah masyarakat, terlebih sekarang Bapak Ngatiyana sebagai ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi yang memiliki 6 kursi di DPRD Cimahi.
"Siapa pun yang berhasil mencuri panggung politik sejak jauh - jauh hari akan memiliki keuntungan besar untuk mendapatkan simpati masyarakat dan sekaligus memaksa para rival politik untuk berpikir seribu kali, atau menyusun ulang strateginya," tegasnya.***


